Selasa, 27 Mei 2008

Kebiasaan merokok

Kebiasaan merokok sudah meluas di hampir semua kelompok masyarakat di Indonesia dan cenderung meningkat, terutama di kalangan anak dan remaja sebagai akibat gencarnya promosi merokok di berbagai media massa. Hal ini memberi makna bahwa masalah merokok telah menjadi semakin serius, mengingat rokok menimbulkan resiko timbulnya berbagai penyakit atau gangguan kesehatan baik bagi para perokok sendiri maupun bagi orang sekitarnya (perokok pasif).
Meski semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, perilaku merokok tidak pernah surut dan tampaknya merupakan perilaku tang masih dapat ditolerir oleh masyarakat. Hal ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat dapat disaksikan dan dijumpai orang yang sedang merokok. Bahkan bila orang merokok di sebelah ibu yang sedang menggendong bayi sekalipun orang tersebut tetap tenang menghembuskan asap rokoknya dan biasanya orang-orang yang ada di sekelilingnya seringkali tidak perduli.
Merokok secara luas telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Diduga hingga menjelang tahun 2030 kematian akibat merokok akan mencapai 10 juta orang per tahunnya. Sejauh ini, wabah merokok telah terjadi di negara-negara maju. Dan pada tahun 2030 diperkirakan tidak kurang dari 70% kematian yang disebabkan oleh rokok akan terjadi di negara berkembang.
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki tingkat konsumsi rokok dan produksi rokok yang tinggi. Variasi produk dan harga rokok di Indonesia telah menyebabkan Indonesia menjadi salh satu produsen sekaligus konsumen terbesar di dunia.
Laporan WHO tahun 1983 menyebutkan, jumlah perokok meningkat 2,1 persen per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1,1 persen per tahun.
Penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa 64,8 persen pria dan 9,8 persen wanita dengan usia diatas 13 tahun adalah perokok. Bahkan pada kelompok remaja, 49 pelajar pria dan 8,8 persen pelajar wanita di Jakarta sudah merokok.
Rokok secara luas telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Diduga hingga menjelang tahun 2030 kematian akibat merokok akan mencapai 10 juta orang per tahunnya. Sejauh ini, wabah merokok telah terjadi di negara-negara maju. Dan pada tahun 2030 diperkirakan tidak kurang dari 70 persen kematian yang disebabkan oleh rokok akan terjadi di negara berkembang. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki tingkat konsumsi rokok dan produksi rokok yang tinggi. Variasi produk dan harga rokok di Indonesia telah menyebabkan Indonesia menjadi salah satu produsen sekaligus konsumen rokok terbesar di dunia.
Menurut Bank Dunia, konsumsi rokok Indonesia sekitar 6,6% dari seluruh konsumsi dunia. Hasil Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 2001 menyebutkan bahwa :
27% penduduk berusia diatas 10 tahun menyatakan merokok dalam satu bulan terakhir.
54,5% penduduk laki-laki merupakan perokok dan hanya 1,2% perempuan yang merokok.
Terdapat peningkatan sebesar 4% penduduk, umur diatas 10 tahun yang merokok dalam kurun waktu 6 tahun.
92,0% dari perokok menyatakan kebiasaannya merokok di dalam rumah, ketika bersama anggota rumah tangga lainnya, dengan demikian sebagian besar anggota rumah tangga merupakan perokok pasif.
68,5% penduduk mulai merokok pada usia 20 tahun meningkat 8% dari Susenas 1995 yaitu 60,0%.
Peningkatan usia muda yang merokok, kelompok umur 25-29 tahun (75%) dan kelompok umur 20-24 tahun (84,0%).
Kerugian yang ditimbulkan rokok sangat banyak bagi kesehatan. Tapi sayangnya masih saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dari segi kesehatan dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik. Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker.
Dari segi ekonomi, dengan berkurangnya hari bekerja karena sakit akibat merokok akan menurunkan produktivitas pekerja dengan demikian jumlah pendapatan yang diterima akan berkurang dan pengeluaran yang meningkat untuk biaya berobat . 60% dari perokok aktif atau sebesar 84,84 juta orang ternyata berasal dari kalangan penduduk miskin atau ekonomi lemah yang sehari-harinya kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.
Dari segi sosial, merokok mempengaruhi lingkungan,orang lain, keluarga dekat.Seseorang yang bukan perokok bila terus menerus terkena asap rokok dapat menderita dampak resiko kesehatan yang sama dengan perokok.

Senin, 26 Mei 2008

Kandungan ASI

ASI mengandung lebih dari 200 unsur-unsur pokok, antara lain zat putih telur, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, faktor pertumbuhan, hormon, enzim, zat kekebalan, dan sel darah putih. Semua zat ini terdapat secara proprosional dan seimbang satu dan lainnya.
ASI sangat bermanfaat karena mempunyai sifat yang diantaranya adalah sebagai makanan alami ideal dan fisiologis, mengandung nutrien yang lengkap dengan komposisi yang sesuai untuk keperluan pertumbuhan bayi yang sangat cepat, yaitu pada bulan-bulan pertama berat badan dapat meningkat kira-kira 30%. Nutrisi yang diberikan selalu dalam keadaan segar dengan suhu yang optimal dan bebas dari basil patogen. ASI juga mengandung zat anti dan zat kekebalan lain yang dapat mencegah berbagai penyakit infeksi terutama pada usus. 1
Memberikan ASI mempunyai banyak manfaat diantaranya adalah :
1. Praktis, mudah, dan murah. Tidak memerlukan biaya untuk membeli makanan buatan dan alat-alat untuk mempersiapkan dan memberikan makanan buatan tersebut.
2. Sedikit kemungkinan terjadi kontaminasi dan tidak akan terjadi kekeliruan dalam mempersiapkan makanan. Berlainan sekali dengan pemberian makanan buatan yang dapat membahayakan jika kurang pengetahuan tentang gizi, sanitasi, disertai pula daya beli yang kurang. Kontaminasi dengan basil patogen merupakan penyebab gangguan pencernaan yang sering ditemukan.
3. Menjalin hubungan psikologis yang erat antara ibu dan bayi, yang penting untuk perkembangan psikologi anak.
4. Mungkin memberikan keuntungan dalam pencegahan karsinoma payudara.
5. Menyusukan berarti memberikan makanan menurut kodrat alam karena menggunakan alat alamiah yaitu payudara dan bahan makanan alamiah yaitu ASI yang telah sengaja diciptakan untuk keperluan menyusukan. 6ASI yang keluar pada hari pertama dan kedua setelah melahirkan, berwarna putih kekuningan agak jernih dinamakan kolostrum. Meskipun jumlahnya sedikit menurut ukuran kita, tetapi volume kolostrum mendekati kapasitas lambung bayi yang berusia 1-2 hari. ”Cairan emas” ini mengandung sel darah putih yang dapat membunuh kuman penyakit. Kolostrum juga merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang baru lahir, dan mempersiapkan saluran cerna bagi makanan yang akan datang. Zat anti-infeksinya 10-17 kali lebih banyak dibanding ASI yang matur. Kolostrum juga mengandung protein yang lebih banyak serta karbohidrat dan lemak yang rendah. Kolostrum harus diberikan pada bayi.